Archive for May, 2008|Monthly archive page
narnia now

Feel it.
Then I fly.
Away.
Singer : Regina Spektor
Song : The Call
Album : The Chronicles of Narnia : Caspian Prince
It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet wordAnd then that word grew louder and louder
‘Til it was a battle cry
I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye Read more »
review for notebook mini HP
Saya baru saja menghabiskan waktu saya dengan membaca artikel Teknologi & Anda di Business Week no.12 yang baru terbit dua hari yang lalu. Kali ini Mr. Wildstrom mengemas artikel menarik tentang notebook mini. Cukup menggelitik dengan hanya membaca review singkatnya saja.
Notebook mini HP memiliki layar lebar, keyboard besar, dan harga yang terjangkau. Kelemahannya justru pada di peranti lunaknnya. Notebook ini masih tidak nyaman dipakai dan membuka peluang bagi para pesaing Microsoft
![]()
Ooops,saya langsung memutar otak dan mengingat kembali kenyataan bahwa recently, few friends of mine and also strange people I’ve seen kerap menggunakan jenis notebook yang saya tidak suka ini –monitor berukuran kecil, yes less than 12 inch, tidak ada tempat untuk menaruh tangan ketika mengetik, dan bahkan mereduksi port-port penting seperti proyektor port dan penempatan dvd rom yang terpisah. I can’t imagine actually how ribetnya ketika ada salah satu dari pernik2 tersebut yang tidak terbawa dan entah kenapa, somehow, barang tersebut lagi dibutuhkan. Fortunately, hal tersebut tidak terjadi pada notebook berukuran agak sedikit “gemuk” dan layar 14 inch lebih yang sangat mengakomodasi kebutuhan keleluasaan mata ketika menonton.
Jadi ingat, seorang teman saya, Mala, yang sekitar tahun 2005 menggunakan notebook VAIO berukuran 9 – 10 inch (lupa tepatnya berapa) dan menggunakan tas notebook berukuran sama dengan tas notebook saya. Tasnya sih ringan, tapi bawaannya seru aja, ada dvd rom, floopy disk rom, proyektor port (yang harus dibawa soalnya takut aja kalo ketinggalan). Riweh. First impression saya terhadap notebook kecil runtuh seketika.
Notebook saya sendiri tergolong notebook besar. Mengusung nama Compaq, anak perusahaan HP, laptop tersebut saya beli tahun 2004. Beratnya hampir 4,5 kg dan teman-teman saya selalu mengeluh kalau seketika saya meminta dibawakan notebook saya tersebut. Tapi, walaupun sekarang sering rusak, saya sangat senang dengan spesifikasinya. Monitor 14,5 inch dengan layar yang widescreen dan menghasilkan suara yang sangat jernih bahkan dibandingkan dengan notebook keluaran sekarang. Sayang, notebook Compaq kebanggaan saya itu lebih sering berada di Compaq service Jl Purnawarman daripada di tangan saya.
Sebetulnya, saya lebih ingin cerita tentang peranti lunak yang sesuai ditampilkan di notebook berukuran kecil, eh malah jadi ngelantur banyak.
Menurut artikel di Business Week tersebut dikatakan bahwa sistem operasi yang paling tepat untuk prosesor berbaterai rendah dan berlayar kecil adalah Linux. Untuk pengguna yang lebih sering browsing, mungkin keterbatasan tersebut tidak terlalu terlihat dan tidak menjadi masalah yang terlalu berarti. Namun jika pengguna bisnis menggunakan Linux, maka akan muncul kecanggungan karena biasanya pengguna sudah sangat terbiasa dengan sistem operasi Windows. Did I say before why Windows isn’t suitable used in this notebook? Ketidacocokan Window (seri apapun) di notebook berukuran kecil karena ikon-ikon yang ada di Windows akan terlihat sangat kecil sehingga tager akan sulit untuk di-klik denga kursor dan yang paling parah adalah teks yang ditampilkan akan sulit dibaca.
Notebook kecil, ringan, dan murah adalah goal yang ingin dicapai oleh semua (calon) pengguna dan (calon) produsen notebook di dunia. Yup, it’s tempting idea. Tetapi, Microsoft –atau siapapun yang ingin bermain di pasar ini- harus bangkit dari kemalasan untuk membangun suatu piranti lunak yang juga dirancang untuk sistem-sistem yang lebih kecil. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah kejeniusan iPhone yang berani menyusutkan berbagai program agar muat dalam alat ini. Sehingga si pengguna bisa menyadari bahwa walaupun Apple melengkapi iPhone dengan versi piranti lunak OS X secara penuh, hasilnya sangat memuaskan karena Apple memodikasi user interface agar bisa dipakai pada display yang jauh lebih kecil.
Good review, Mr. Wildstrom. Untuk orang-orang jenius di luar sana, ayo berkompetisi di pasar ini.
kabar baik hari ini

Ketika saya lagi blogwalking, gak sengaja melihat kabar ini di situs Antara http://www.antara.co.id/arc/2008/5/11/pahlawan-super-indonesia-masuk-komik-marvel/:
Jakarta (ANTARA News) – Marvel Entertainment dikenal sebagai perusahaan kreatif dan penerbit komik-komik populer dunia. Banyak komik-komik terkenal yang diterbitkan perusahaan itu seperti “Spiderman”, “Superman”, “Fantastic 4″, The Hulk”, atau “X-Men”.
Kini sejarah baru kreasi komik dunia lahir dengan hadirnya pahlawan super asal Padang, Sumatera Barat bernama Toro Ridwan alias Fatah, 20 tahun. Kisah pahlawan super asal Indonesia itu juga digarap Marvel.
Fatah atau Sang Pembuka memiliki kekuatan membuat dan memanipulasi celah antara dua tempat yang membuatnya bisa muncul dan menghilang di mana pun. Ia bisa menembus waktu dan berpindah tempat kapan pun dia mau untuk melawan musuh-musuhnya.
Kisah fiktif tentang Fatah bisa ditemui dalam komik “The 99″ edisi keenam yang diluncurkan baru-baru ini.
Jadi inget juga, si NAIF bukannya juga udah bikin buku dan mini figure, ya?? Jangan-jangan mereka juga mau bikin komiknya?? Wah, seru nih. Ditunggu aja =D . Semoga komik Indonesia bisa maju dehhh… I really wish for that.
Comments (4)
Leave a Comment
Leave a Comment
